25 Februari 2012
Aviliani (Pengamat ekonomi )
Memprediksi kebijakan
pemerintah untuk menaikkan harga BBM akan memicu tingkat inflasi nasional menjadi 6,5
persen pada tahun 2012.
Bila kenaikan BBM berkisar Rp1.500 s/dRp2.000 kemungkinan inflasi akan bertambah sekitar 1 hingga 2 persen sehingga inflasi nasional akan naik menjadi sekitar 6,5 persen,"
Bila kenaikan BBM berkisar Rp1.500 s/dRp2.000 kemungkinan inflasi akan bertambah sekitar 1 hingga 2 persen sehingga inflasi nasional akan naik menjadi sekitar 6,5 persen,"
BPS (Badan Pusat
Statistik) sebelumnya mengumumkan bahwa laju inflasi umum tahun kalender 2011
mencapai 3,79 persen.
Harga minyak melambung
tinggi akibat dampak situasi global, terutama setelah Iran menghentikan
ekspornya ke negara Eropa. Subsidi BBM membengkak jadi sekitar Rp123 triliun.
Meski kenaikan BBM berdampak pada inflasi, namun tidak akan timbul gejolak asalkan nilai Rupiah terhadap dolar AS tetap terjaga di kisaran Rp8.500-Rp9.000. "Karena kecenderungan masyarakat Indonesia ketika rupiah menguat, maka konsumsi akan meningkat juga. Dengan tingkat konsumsi yang tetap tinggi, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan tetap terjaga di kisaran 6 persen pada tahun ini. Sebabnya, sekitar 64 persen angka pertumbuhan nasional ditopang dari konsumsi.
Meski kenaikan BBM berdampak pada inflasi, namun tidak akan timbul gejolak asalkan nilai Rupiah terhadap dolar AS tetap terjaga di kisaran Rp8.500-Rp9.000. "Karena kecenderungan masyarakat Indonesia ketika rupiah menguat, maka konsumsi akan meningkat juga. Dengan tingkat konsumsi yang tetap tinggi, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan tetap terjaga di kisaran 6 persen pada tahun ini. Sebabnya, sekitar 64 persen angka pertumbuhan nasional ditopang dari konsumsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar